Aplikasi Islam Laku, Bukti Islam Rahmatan lil ‘Alamin

Share

Aplikasi Islam

Maraknya konten Islami yang disediakan provider bagi pengguna telepon genggam (HP) menjadi satu masalah tersendiri. Di satu sisi, konten Islami yang sangat laku jual menunjukkan Islam sangat marketable.

Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia memang dijadikan produk yang menarik untuk dijual. Meskipun hal itu dilakukan oleh pengusaha non-muslim.

Menurut Ketua MUI Bidang Seni Budaya, KH. Cholil Ridwan, lakunya konten Islami dalam masyarakat menjadi satu momentum bagus. Memang pengusaha hanya memikirkan faktor bisnis dengan menjual konten-konten Islami.

“Namun kondisi ini juga menguntungkan Islam karena membuktikan Islam Rahmatan lil ‘Alamin,” kata Kiai Cholil pada Republika, Ahad (7/4).

Kiai Cholil menambahkan, namun ada sisi negatif yang memang melekat dalam penyediaan konten Islami ini. Yaitu, belum tersedianya sistem untuk memelihara tidak ada penyimpangan dalam penyebaran konten Islami.

Masyarakat tidak akan tahu ada penyimpangan atau penghinaan yang disebarkan melalui telepon genggam kalau tidak ada laporan. Kalau Pemerintah sudah memiliki sistem seperti itu dalam pengawasan di internet, memang harus dibentuk pengawasan serupa untuk konten-konten di telepon genggam.

Baca Juga :   Aplikasi Islam "SmartQuran"

Kiai Cholil mencontohkan, saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang membentuk tim yang akan menganalisis setiap buku yang beredar di masyarakat.

Ketika ada temuan buku yang menghina Islam, MUI akan mengeluarkan fatwa haram pada buku yang bersangkutan. Artinya, kata Kiai Cholil, pemerintah harus mencari bentuk pengawasan terhadap konten yang menyebar di telepon genggam. “Kalau belum ada laporan dari masyarakat masih sulit diawasi,” kata dia.

Terkait apakah telepon genggam yang berisi konten Al Qur’an dilarang untuk dibawa ke toilet, Kiai Cholil mengatakan, dirinya menganggap hal itu bukan masalah.

Sebab, yang dilarang dibawa masuk ke toilet adalah Mushaf atau Al Qur’an utuh. Kalau hanya ayat Al Qur’an yang ada di dalam telepon genggam tidak apa-apa. “Kecuali kalau dibunyikan di dalam toilet itu yang tidak boleh,” tegas Kiai Cholil.

Menurut Kiai Cholil, persoalan seperti ini menjadi persoalan yang tidak dapat dihindarkan. Kalau memang ada larangan, yang memiliki telepon genggam justru tidak akan tenang masuk ke toilet, meninggalkan telepon genggamnya di luar. Kecuali ada kebijakan penitipan telepon genggam yang berisi konten Al Qur’an di luar toilet..http://www.republika.co.id

Share