Kota Lamongan Jawatimur Jadi Kota Digital Society

Share

Info Kota  Lamongan Jawatimur

Telkom kembali meluncurkan program Digital Society untuk wilayah Lamongan Jawatimur Setelah sukses di wilayah banyuwangi. Penetapan Lamongan Digital Society ini bertepatan dengan Hari Jadi kota Lamongan yang ke-444.

Melalui Lamongan Digital Society (disingkat Ladiso), Telkom melakukan pemasangan 500 Accsess point (AP) di ratusan lokasi, khususnya di sekolah-sekolah dan public area se-KAbupaten Lamongan.“Ladiso merupakan hadiah Bupati kepada masyarakat Lamongan yang merayakan Hari JAdi Lamongan ke 444 dan bagai gayung bersambut, Telkom sepenuh hati mensukseskan gagasan Bupati,” Kata general manager Telkom Jatim Utara, Edwin Aristiawan.
Dikatakan Edwin, hadiah berupa kompetisi secara global, dan akan upaya daya saing kompetitif dibanding kabupaten lain. Dari sisi ekonomi, lanjut dia, sebagai sebuah kabupaten yanag sarat dengan potensi dan mempunyai pertumbuhan ekonomi bagus, Lamongan butuh ‘enabeler’ berupa pemanfaatan teknologi informasi untuk memepercepat pertumbuhan ekonominya.
“Digital Society ini seperti membuat pintu masuk dunia global di LAmongan,” ujar Edwin.
Ada 5 pilar yang menjadi focus Kabupaten Lamongan dalam pemanfaatan teknologi informasi, yakni government, pendidikan, kesehatan, UKM dan masyarakat luas.
“Untuk government, Telkom menyiapakan sebuah solusi pelayanan public, melalui dari akses internet sampai solusi aplikasinya yang bissa dijangkau sampai ke unit layanan terkecil di pelosok,” kata Edwin. Ditambahkannya, ini akan dilakukan secara bertahab, setelah proses transfer knowledge dan sosialisasi berjalan.
“Dengan Pemkab Lamongan kami merencanakan implementasi e-PBB, sehingga masyarakat akan lebih mudah dalam melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan” tambahnya.
Jika ini sudah diimplementasikan, maka Lamongan akan menjadi kabupaten pertama yang mengimplementasikan e-PBB Telkom.
Sedang pendidikan, program Indischool digencarkarkan telkom memasang wifi di sekolah-sekolah setingkat SMP dan SMA, sebanyak tak kurang dari 100 sekolah, pada tahap awal. “Aksesnya menggunakan kartu dengan small donation, Rp 1000,- sepuasnya sehari, khusus untuk pelajar,” katanya.
Untuk Pustronik atau pusat layanan kesehatandi Lokasi terpencil di Lamongan Telkom juga sedang menyiapkan soulusi aksesnya. “Jika jaringan kabel tidak biisa menjangkau sampai ke lokasi, akses internetnya kami akan solusikan dengan mobile accsess dari Telkomsel anak perusahaan Telkom,” terangnya.
Dua pilar lainnya yang akan segera disolusikan oleh Telkom adalah bidang UKM dan masyarakat luas. “UKM adalah salah satu penopang perekonomian kabupaten ini, dan di Lamongan jumlahnya sangat besar. Jika semua UKM ini di online-kan, pasar barang dan jaa di Kota Lamongan akan segera mendunia. Produk-produk asal LAmongan akan bisa bersaing di passer global dan punya konstribusi besar untuk percepatan perekonomian KAbupaten Lamongan,” tambah Edwin lagi.
Untuk UKM ini, Telkom sudah mempunyai solusi program dengan nama IndiPreneur (Indonesia Digital Enterpreeur) dimana Telkom sudah menyiapkan sebuah platform bisnis terintegrasi, mulai portal www.smartbisnis.co.id sampai pada web hosting, domain nama dan e-commerce application secara gratis agar pelaku UKM tidak harus terbebani biaya yan tidak relevan.
Pemasangan wifi juga akan segera meluas ke masyarakat, saat ini Telkom juga menggelar secara bertahap wifi.id di beberapa public area. “jika respon masyarakat Lamongan bagus, kami akan segera menambahnya sesuai kebutuhan,” tambah Edwin.
Menurut Edwin akses wifi juga akan dibuka di pusat-pusat aktifitas masyarakat sehingga aksesability masyarakat ke internet akan semakin mudah dan nyaman namun dikatakan Edmin, akses internet broadband ke depan sudah sulit terpisahkan dari kebutuhan masyarakat, maka Telkom pun sudah menyiapkan solusi internet broadband handal dengan modem wifi untuk dirumah-rumah, atau menggunakan speedy hotspot bagi komunitas-komunitas seperti tempat kost, asrama, café dan lainnya.
Bupati Lamongan H Fadeli berharap, dengan Ladiso, Lamongan yang potensi wilayahnya cukup besar bisa diakses dengan mudah lewat dunia maya dengan mudah tidak hanya dari dalam negri tetapi dari luar negri. Selanjutnya dia juga berharap masyarakat lamongan terutama ditempat-tempat pendidkan yang menjadi akses bagi anak-anak bisa terpenuhi dan tercukupi.
“Dengan Ladiso ini saya harapakan anak-anak Lamongan tidak gagap teknologi, mereka bisa mampu memanfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.www.lensaindonesia.com

Share