Deretan Merek Ponsel Cina Yang Tidak Bisa Di Remehkan

Share

Merek Ponsel Cina Pilihan

Perkembangan vendor ponsel asal China tampaknya memang tidak bisa diremehkan lagi. Mereka tidak hanya ingin menjadi menguasai negaranya sendiri, namun juga mulai di tarungkan di pasar mancanegara.Beberapa merek ponsel asal Negera cina itu sudah mulai terdengar gaungnya di pasar global. Tidak mau kalah dari vendor negara lain yang sudah lebih dulu menguasainya.

Merek ponsel China mana saja yang tidak bisa di remehkan dan ingin menguasai industri ponsel dunia dan apa strategi mereka? Berikut pemaparannya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Ponsel Cina Merek OPPO

Oppo termasuk salah satu vendor ponsel asal China yang mulai agresif di pasar global. Mereka berani menjual ponselnya di banyak negara, termasuk Indonesia.

Smartphone Oppo Find 5 dijual antara lain di Kanada, Australia, Jerman, Perancis, Jepang sampai Hong Kong. Menandakan kepercayaan diri Oppo dalam beradu dengan merek ponsel yang lebih besar.

Menepis anggapan ponsel China itu murahan, Oppo tampaknya ingin dicitrakan sebagai ponsel mahal berkualitas, terbukti ponsel Android mereka dijual di atas Rp 3 juta. “Buat produk berkualitas dan capailah penjualan yang bagus,” demikian kata CEO Oppo, Tony Chen.

Oppo coba berinovasi tak hanya soal spesifikasi hardware, namun juga software. Di antaranya dengan mengeluarkan ponsel Oppo N1 versi CyanogenMod Edition. N1 sendiri memiliki inovasi berupa kamera yang bisa diputar.

Selain itu, Oppo juga fokus mengeluarkan sedikit saja model ponsel setiap tahunnya. Strategi tersebut diklaim sukses, di mana pada tahun 2012 Oppo merilis kurang dari 10 model smartphone dan masing masing terjual jutaan unit.

Ponsel Cina Merek Huawei

Huawei dikenal sebagai raksasa infrastruktur telekomunikasi. Namun mereka juga serius berbisnis ponsel dan telah dikenal di cukup banyak negara.

Huawei Ascend P2

Pada bulan Mei 2013, Huawei berhasil menempati ranking keenam produsen ponsel terbesar di dunia menurut penelitian IDC. Dengan pangsa pasar 2,6%.
Huawei pun tidak malu malu mengatakan ambisi besarnya menguasai industri smartphone dunia.

Baca Juga :   Huawei Ascend G600, Layar Besar 4.5 Inci dengan Prosesor Dual Core

“Jika Anda kembali ke lima tahun lalu, Apple masih kecil dan Samsung tidak begitu besar. Anda juga tidak bisa melihat kami akan berada di posisi mana lima tahun lagi. Setidaknya di tiga besar, mungkin nomor satu,” kata Wan Wan Biao, Chief Executive Huawei Devices.

Huawei mengklaim keunggulannya adalah di bidang konektivitas, karena mereka adalah salah satu produsen infrastruktur telekomunikasi terbesar. Handset Huawei Ascend P2 misalnya, diklaim adalah ponsel 4G tercepat di dunia.

“Ini adalah smartphone 4G tercepat. Mengapa kami punya teknologinya? Karena kami datang dari sisi network. Ketika kami mengembangkan network, kami juga mengembangkan chipnya. Tidak ada yang bisa, hanya Huawei, Samsung pun tidak,” klaim Wan.

“Kami memiliki 10 ribu teknisi riset dan pengembangan untuk pengembangan teknologi radio. Samsung punya teknologi layar, Huawei punya teknologi telekomunikasi,” tambahnya

Ponsel Cina Merek ZTE

Seperti Huawei, ZTE juga dikenal sebagai produsen infrastruktur telekomunikasi yang turut memproduksi smartphone. Pada Mei 2013, ZTE menurut riset IDC berhasil menempati posisi kelima produsen ponsel terbesar di dunia.

ZTE pun ingin berbuat lebih baik lagi. Mereka ingin berkibar sebagai merek ponsel papan atas, tidak lagi diidentikkan sebagai ponsel buatan China berharga murah.

Zhang Renjun, Senior Vice President ZTE Corporation, menyatakan di tahun 2013 perusahaannya mampu menjual 40 juta ponsel pintar secara global. Nah di tahun 2014 ini, mereka menargetkan penjualan sampai 60 juta unit smartphone.

Untuk mencapai target penjualan, ZTE akan tetap mengusung strategi penjualan dengan dua cara. Yaitu menyediakan handset yang dijual dengan sistem bundling dan menjual ponsel secara langsung melalui mitra distributor lokal.

“Yang terpenting adalah kami menyediakan produk ponsel yang bagus. Kami juga akan terus mengembangkan chanel penjualan dan berbisnis baik secara business to business maupun business to consumer,” tambah Zhang.

Baca Juga :   ZTE Freedo, Ponsel Berbasis Android Harga Terjangkau

Ponsel Cina Merek Xiaomi

Xiaomi ingin mengikuti jejak vendor ponsel asal China berekspansi ke mancanegara. Mereka pun berani menargetkan untuk menjual 40 juta unit ponsel pada tahun 2014 ini, sekitar dua kali lipat dari raihan penjualan di tahun 2013.

“Kami berjanji, akan sedikitnya mensuplai 40 juta ponsel di 2014,” tutur Lei Jun, pendiri dan sekaligus chairman Xiaomi saat ini.

Lei menyebutkan bahwa di tahun 2013, perusahaannya mampu menjual 18,7 juta unit ponsel. Dengan jumlah pendapatan total USD 5,2 miliar.

Xiaomi pun menargetkan mampu mengusik dominasi Samsung dan juga Apple di China, dengan strategi menjual ponsel bagus dengan harga murah. Kabarnya, mereka akan segera memasuki pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Untuk memperkuat jajaran manajeman, Xiaomi telah merekrut Hugo Barra, mantan eksekutif Google dengan jabatan terakhir Direktur Manajemen Android. Hugo bekerja sebagai wakil presiden Xiaomi dengan tugas memimpin upaya ekspansi internasional mereka

Ponsel Cina Merek Lenovo

Lenovo sudah cukup menjulang namanya sebagai produsen komputer top di dunia. Kini, mereka juga berambisi mencapai prestasi yang sama di industri ponsel.

Pada kuartal 3 2013, biro riset Gartner menyebutkan bahwa Lenovo adalah produsen smartphone terbesar ketiga di dunia. Walaupun memang 95% penjualannya berasal dari pasar China.

Di berbagai negara termasuk Indonesia, produk ponsel Lenovo mulai banyak diminati. Lenovo pun semakin serius menggarap pasar mancanegara.

Alasan utama kesuksesan Lenovo mungkin karena harganya lebih terjangkau dan ditunjang dengan nama brand mereka yang sudah dikenal.

“Kami telah melihat kesuksesan di Asia. Kami menyediakan produk dengan harga terjangkau. Itu adalah hal yang sangat penting,” kata CEO Lenovo, Yang Yuanqing.

Via Detik com

Share