Mahasiswa ITS Surabaya Ciptakan Mobil Listrik

Share

Mobil Listrik ITS Surabaya

ITS surabaya merupakah salah satu dari lima perguruan tinggi negeri (PTN) yang ditunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melakukan riset mobil listrik nasional. Empat PTN lain adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Sebelas Maret.

MObil Listrik ITS (JIBI/Bisnis)

Dan kini di kabarkan Mahasiswa ITS Surabaya telah resmi memperkenalkan 2 mobil berdaya listrik.Mobil listrik pertama berwarna putih dengan spesifikasi jenis sporty hatchback city car dengan kapasitas empat orang penumpang, chassis mocochoque, penggerak roda belakang dengan motor listrik, DC brushless 95%  off, daya 50 Kw (rated) dan max 100 Kw. Kecepatan maksimum 200 Km/jam, torsi 800 Nm, battery LiPoFe4 dan 20 Kw.

Mobil listrik kedua berwarna merah dengan spesifikasi sporty hatchback city car dengan kapasitas empat orang penumpang, chassis mocochoque, penggerak roda depan dengan motor listrik DC brushless, daya 30 Kw (rated) dan max 60 Kw. Kecepatan maksimum 180 Km/jam, torsi 200 Nm, battery LiPoFe4 dan 20 Kw.

Baca Juga :   Isi Batrei HP Dengan Panas Tubuh Dari Vodafone

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, M. Nuh, sebagaimana dilansir bisnis.com, Rabu (30/4), mengatakan kode yang ada di dalam kotak kecil sistem mesin mobil listrik memiliki kode IQUEECYHE. Kode tersebut merupakan identitas bahwa mobil tersebut adalah produk original karya ITS. Mendikbud menjelaskan, ke depan akan dilakukan langkah uji coba jalan (test drive) dari Jakarta menuju Surabaya. Begitu uji coba selesai dilakukan, akan langsung dilakukan evaluasi.

Foto kemdikbud.go.id

Biaya pengembangan mobil listrik menelan dana Rp5 miliar. Dana tersebut murni bersumber dari Kemendikbud. Namun dia tidak ingin orang awam salah tafsir tentang biaya ini. Bukan berarti harga satu mobil listrik Rp2,5 miliar. Biaya tersebut adalah sebagai riset. Bila diproduksi masal, tambah Yuniarto, maka harga satu unit mobil akan jadi lebih murah.

Sumber kemdikbud.go.id/ otomotif.bisnis.com

Share