Menkominfo:Kalau Terbukti Indosat dan Telkomsel Membantu Penyadapan Bakal Di Ditutup

Share

Info Penyadapan Amerika di Indonesia

Berita tentang penyadapan tentang Presiden SBY dan jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang disadap Australia dan Amerika Serikat belum redah. kini di kabarkan lagi Aparat intelijen kedua negara tersebut juga menyadap pelanggan PT Telkomsel dan PT Indosat di Indonesia yang jumlahnya mencapai 264 juta.

Tifatul Sembiring Menkominfo

Tifatul Sembiring Menkominfo mendengar itu geram. Jika kedua provider tersebut membantu penyadapan, Tifatul mengancam akan menutupnya.

“Kalau dia (Telkomsel dan Indosat) menyalahgunakan (kewenangan) ada Undang-undang 36 tahun 1999. Kalau mereka melakukan itu mereka bisa ditutup, kalau terbukti membantu aktif membantu penyadapan yang ilegal,” tegas Tifatul di Jakarta, Selasa (18/2/2014).

Terbongkarnya aksi sadap yang dilakukan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) dan Direktorat Intelijen Australia, berkat bocoran dokumen rahasia dari Edward Snowden, mantan kontraktor NSA, yang kini menjadi buronan Amerika.

Bocoran Snowden dimuat koran New York Times dan Canberra Times edisi akhir pekan lalu. AS dan Australia menyadap pelanggan ponsel milik operator seluler Telkomsel dan Indosat yang memiliki 264 juta pelanggan atau 77 persen dari total pelanggan seluruh operator di Indonesia.

Telkomsel memiliki 212 juta pelanggan (62 persen). Sedangkan pelanggan Indonsat mencapai 52 juta atau 15 persen, sesuai dengan data pengguna telepon selular pada tahun 2012.

Baca Juga :   Isi Pulsa 100 ribu Gratis Bonus Data 1,9GB Di Indosat

Dokumen Snowden menunjukkan, dinas spionase elektronik Australia menyadap secara massal terhadap jaringan komunikasi dan pengumpulan data yang dilakukan Telkomsel dan Indosat.

Sepanjang tahun 2013, Australian Signals Directorate mendapatkan hampir 1,8 juta kunci enskripsi induk yang digunakan operator selular Telkomsel untuk melindungi percakapan pribadi dari pelanggannya.

Intelijen Australia juga membongkar semua enskripsi yang dilakukan Telkomsel. Sebuah memo pada 2003 sebelumnya menunjukkan bagaimana personel NSA Amerika mengajari mitranya dari Australia saat Australia berupaya menembus enkripsi yang diberlakukan oleh pihak pertahanan militer Papua Nugini.

Intersepsi Australia atas layanan telekomunikasi berbasis satelit di Indonesia dilakukan melalui Shoal Bay Naval Receiving Station, fasilitas intersepsi satelit yang berlokasi dekat Darwin.

AS dan Australia juga mengakses panggilan telpon dan lalu-lintas internet yang dilakukan menggunakan kabel bawah laut yang beroperasi melalui dan ke Singapura. Tifatul mengatakan pemerintah segera melakukan investigasi.

“Kita akan investigasi, ini kan baru lontaran dari Snowden. Baru menindaklanjuti bagaimana penyikapannya melalui dua operetor (Telkomsel dan Indosat) apakah kedua operator terlibat aktif atau dia memang kecolongan jaringannya. Kan jaringannya terbuka,” kata Tifatul.

Baca Juga :   Interkoneksi SMS Antaroperator Diberlakukan 1 Juni

Setelah dilakukan investigasi, Kominfo baru memanggil dua operator telekomunikasi yakni  Telkomsel dan Indosat. Pemerintah, ujarnya, juga akan menyusun penyikapan mengenai dokumen NSA dan Direktorat Intelijen Australia ini.

Salah satu Pengamat telekomunikasi Sarwoto Atmosutarmo mengatakan bahwa isu sadap pelanggan telepon seluler ini sebenarnya isu lama.

“Ini isu lama tapi pemerintah tak ada langkah tegas. Jika data dari Snowden benar, seluruh operator harus dilakukan audit forensik jaringan,” ujar Sarwoto.

Mantan Direktur Utama Telkomsel ini mengungkapkan keheranannya mengapa pihak Australia bisa mendapatkan data pelanggan ponsel di Indonesia.

Menurutnya, hanya ada empat lembaga yang bisa mendapatkan data pelanggan ponsel, yaitu Kejaksaan, Kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Intelijen Negara.

“Karena ini sudah sering kali terjadi, saya rasa sudah saatnya Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi untuk meninjau ulang konfigurasi platform telekomunikasi kita sehingga kedepannya tidak mudah untuk disadap,” ucap Sarwoto.

Peristiwa kali ini, bukan untuk yang pertama kali. November tahun lalu, aksi sadap Australia juga terungkap. Kali itu penyadapan dilakukan terhadap komunikasi telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ibu negara Ani Yudhoyono, serta sejumlah orang dekat mereka pada tahun 2009.

Via tribunnews.com

Share