Tampilan Aplikasi OlX Berganti, Ini Alasan CEO OLX

FacebookTwitterShare

Update Aplikasi OlX

Tampilan aplikasi OLX memang baru saja melakukan perubahan besar-besaran. Namun tak di sangka perubahan itu ternyata mendapat sambutan kurang baik dari pengguna. Banyak pengguna OLX merasa bahwa pembaruan itu bikin ribet dan membingungkan penggunanya.

olx 1

Menanggapi hal tersebut, CEO OLX Daniel Tumiwa mengatakan bahwa perubahan itu dilakukan bukan tanpa alasan. Tampilan baru tersebut merefleksikan perkembangan tren yang terjadi di dalam industri.

“Saat ini, kebanyakan pengguna e-commerce beralih ke versi mobile. Mereka lebih menyukai sesuatu yang simpel dan memanjakan mata(visual). OLX sedang bertransformasi untuk tetap relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Daniel

Daniel juga tak menampik, OLX telah memprediksi adanya kritik setelah perubahan ini dan pihaknya telah mendengar keluhan itu. Namun, OLX tetap akan mengajak pengguna model iklan baris lama untuk beralih ke model baru. Sebab, tren yang akan terjadi mengarah ke model baru ini.

Menjawab keluhan mengenai fitur komunikasi yang tak bisa lagi dilakukan secara langsung, fitur chat sebenarnya dapat digunakan untuk berbagi nomor telepon. Fitur ini justru melindungi pengguna dari pihak lain yang kemungkinan dapat memanfaatkan nomor telepon secara tak bertanggung jawab.

Baca Juga :   Cara MeLindungi Smartphone dari Aplikasi Jahat

Pembeli pun sebenarnya dipermudah dengan kemampuan platform untuk merekomendasikan barang-barang di sekitar lokasi pembeli, melalui fitur Lokasi. Keberadaan fitur itu tak lepas dari iklan baris yang sifatnya sangat lokal. Bahkan sejak awal, OLX selalu dibuat berdasarkan lokasi, termasuk ketika masih bernama Tokobagus.

Di sisi lain, OLX sendiri menyebut belum ada platform lain yang dapat menyainginya dalam hal kecepatan menjual barang atau jasa. Karena itu, OLX akan fokus menjadi platform yang lebih baik, cepat, dan relevan terhadap kebutuhan pengguna.

“Kami tidak pernah meragukan perubahan yang sedang dibuat. Perubahan memang membutuhkan waktu untuk menjadi kebiasaan, kami memahami hal tersebut,” tutur mantan ketua idEA selama dua periode tersebut.

Sumber Liputan 6